-->
jfl4pTej7k4QfCLcbKfF9s3px8pyp1IT1rbd9c4h
SOP Pembuatan Pupuk Organik Cair untuk Cabe

Iklan Billboard 970x250

SOP Pembuatan Pupuk Organik Cair untuk Cabe


SOP Pembuatan Pupuk Organik Cair

Berbahan Pupuk Kandang untuk Tanaman Cabai

1. Tujuan

SOP ini dibuat sebagai panduan sederhana untuk mengolah pupuk kandang, khususnya kotoran kambing, bersama bahan organik lain menjadi Pupuk Organik Cair atau POC.

POC ini dapat digunakan untuk membantu:

  • menyuburkan tanah,
  • memperbaiki kehidupan mikroba baik di sekitar akar,
  • mendukung pertumbuhan tanaman cabai,
  • membantu fase pembungaan dan pembuahan,
  • serta menjaga daya tahan tanaman dalam jangka panjang.

2. Bahan dan Peralatan

A. Bahan Utama

BahanJumlahFungsi
Pupuk kandang/kotoran kambing25 kgSumber unsur hara dan bahan organik
Air kelapa, lebih baik kelapa tua6–7 literSumber nutrisi alami dan hormon pertumbuhan
Kulit pisang3–5 kgSumber fosfor, kalsium, dan kalium
Bonggol pisang bagian bawah/akar4–5 kgSumber fosfor dan kalium
Gula merah±2 kgMakanan awal bagi mikroba

B. Bioaktivator

BahanJumlahFungsi
EM4 Pertanian warna kuning500 mlMembantu proses fermentasi
Trikoderma5 sendok makanMembantu menekan jamur patogen penyebab penyakit akar

C. Peralatan

  • Drum plastik atau ember besar kapasitas 70–100 liter.
  • Penutup drum yang bisa dibuat rapat.
  • Selang kecil untuk sistem air lock.
  • Botol kecil berisi air biasa.
  • Karung anyaman, seperti karung beras.
  • Tali pengikat.
  • Wadah kecil untuk melarutkan bahan.
  • Pisau/parang untuk mencacah bahan organik.

3. Langkah Kerja

Tahap 1

Menyiapkan Bahan Organik

1. Siapkan pupuk kandang

Masukkan atau biarkan kotoran kambing sebanyak 25 kg tetap berada di dalam karung.

Tujuannya agar setelah fermentasi selesai, ampasnya mudah diangkat dan tidak bercampur terlalu banyak dengan cairan POC.

2. Cacah kulit pisang dan bonggol pisang

Potong kecil-kecil kulit pisang dan bonggol pisang.

Semakin kecil potongannya, semakin mudah bahan tersebut terurai dan sarinya keluar selama proses fermentasi.

3. Masukkan bahan tambahan ke karung

Masukkan potongan kulit pisang dan bonggol pisang ke dalam karung terpisah.

Ikat karung dengan kuat agar bahan tidak tercecer di dalam drum.


Tahap 2

Mengaktifkan Mikroba

1. Larutkan gula merah

Larutkan gula merah ke dalam air.

Agar lebih cepat larut, gula merah boleh direbus terlebih dahulu sampai mencair, lalu tunggu hingga tidak terlalu panas sebelum dicampurkan.

2. Campurkan gula merah dengan EM4

Masukkan larutan gula merah ke dalam drum.

Tambahkan EM4 sebanyak 500 ml, lalu aduk rata.

Larutan gula merah berfungsi sebagai makanan awal bagi mikroba dari EM4.

3. Larutkan Trikoderma

Di wadah terpisah, larutkan 5 sendok makan Trikoderma dengan sedikit air.

Aduk sampai rata, lalu masukkan ke dalam drum.


Tahap 3

Mencampur Semua Bahan

1. Masukkan karung bahan ke dalam drum

Masukkan:

  • karung berisi kotoran kambing,
  • karung berisi kulit pisang dan bonggol pisang.

Pastikan semua bahan masuk dengan rapi ke dalam drum.

2. Tambahkan air kelapa

Tuangkan air kelapa sebanyak 6–7 liter ke dalam drum.

Air kelapa membantu memperkaya nutrisi POC.

3. Tambahkan air bersih

Tambahkan air bersih secukupnya sampai semua bahan terendam.

Namun, jangan mengisi drum sampai penuh.

Sisakan ruang kosong di bagian atas drum karena selama fermentasi akan muncul gas dan volume cairan bisa naik.


4. Menutup Drum dengan Sistem Air Lock

Fermentasi POC ini menggunakan sistem anaerob, yaitu proses fermentasi yang berlangsung dalam kondisi minim udara.

Agar gas bisa keluar tetapi udara luar tidak masuk, digunakan sistem air lock sederhana.

Cara membuat air lock:

  1. Tutup drum dengan rapat.
  2. Lubangi bagian tengah tutup drum.
  3. Masukkan selang kecil ke lubang tersebut.
  4. Rekatkan bagian sekitar lubang dengan lem agar tidak bocor.
  5. Ujung selang di dalam drum tidak boleh menyentuh permukaan cairan.
  6. Ujung selang di luar drum dimasukkan ke dalam botol berisi air biasa.

Dengan cara ini, gas dari dalam drum bisa keluar melalui selang, tetapi udara luar tidak mudah masuk kembali ke dalam drum.


5. Pemantauan Fermentasi

Tanda fermentasi berjalan baik

Pada hari ke-2 atau beberapa hari awal, biasanya akan terlihat gelembung udara keluar dari ujung selang yang berada di dalam botol air.

Gelembung ini menandakan bahwa mikroba sedang bekerja dan proses fermentasi sedang berlangsung.

Ciri POC yang berhasil

POC yang berhasil biasanya memiliki ciri:

  • berwarna coklat tua,
  • aromanya segar khas fermentasi,
  • tidak berbau busuk menyengat,
  • tidak dipenuhi belatung,
  • tidak berlendir busuk secara berlebihan.

Lama fermentasi

Fermentasi minimal dilakukan selama 14 hari atau 2 minggu.

Semakin lama difermentasi dengan kondisi tertutup baik, biasanya POC menjadi semakin matang dan lebih stabil.


6. Panen POC

Setelah minimal 2 minggu:

  1. Buka tutup drum secara perlahan.
  2. Angkat karung berisi kotoran kambing.
  3. Angkat karung berisi kulit pisang dan bonggol pisang.
  4. Peras karung agar sari-sarinya keluar ke dalam drum.
  5. Cairan hasil fermentasi dapat digunakan sebagai POC.
  6. Ampas sisa fermentasi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk padat atau campuran kompos.

Sebaiknya POC disaring terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke sprayer agar tidak menyumbat nozzle semprotan.


7. Dosis dan Cara Penggunaan

A. Untuk semprot daun dan batang

Gunakan dosis:

200 ml POC untuk 1 tangki semprot ukuran 16 liter.

Cara penggunaan:

  • semprotkan ke daun dan batang,
  • lakukan pada pagi atau sore hari,
  • hindari penyemprotan saat matahari terlalu terik,
  • jangan menyemprot saat hujan.

B. Untuk kocor tanah atau akar

Gunakan dosis:

2 liter POC dicampur dengan 100 liter air bersih.

Cara penggunaan:

  • siramkan ke sekitar lubang tanam atau area perakaran,
  • jangan terlalu dekat dengan batang utama,
  • gunakan secukupnya agar tanah lembap, bukan becek berlebihan.

8. Pola Aplikasi untuk Tanaman Cabai

Agar hasil lebih optimal, penggunaan POC sebaiknya dilakukan secara bergantian dengan pupuk lain.

Contoh pola sederhana:

  • POC dikocorkan ke sekitar lubang tanam untuk memperbaiki tanah dan menjaga mikroba baik.
  • Pupuk kimia seperti NPK dapat diberikan secara terpisah di lubang gendong atau area yang tidak langsung menempel ke batang.
  • Hindari mencampur POC dan pupuk kimia pekat secara langsung dalam satu lubang yang sama.
  • Beri jeda waktu aplikasi agar tanaman tidak stres.

Dengan pola ini, POC berperan memperbaiki tanah dan kesehatan akar, sedangkan pupuk kimia membantu memenuhi kebutuhan hara cepat tanaman.


9. Catatan Penting

  • Gunakan drum plastik, bukan drum bekas bahan kimia berbahaya.
  • Jangan menutup drum tanpa saluran gas, karena tekanan gas dapat meningkat.
  • Jangan mengisi drum sampai penuh.
  • Gunakan air bersih yang tidak tercemar deterjen atau bahan kimia.
  • Jika POC berbau busuk menyengat, kemungkinan proses fermentasi kurang baik.
  • Simpan POC di tempat teduh dan tidak terkena panas matahari langsung.
  • Sebelum digunakan secara luas, sebaiknya uji coba dulu pada beberapa tanaman.

10. Ringkasan Praktis

POC ini dibuat dari kotoran kambing, air kelapa, kulit pisang, bonggol pisang, gula merah, EM4, dan Trikoderma. Semua bahan difermentasi dalam drum tertutup dengan sistem air lock selama minimal 14 hari.

Hasil fermentasi yang baik ditandai dengan warna coklat tua dan aroma segar khas fermentasi. POC dapat digunakan dengan cara disemprotkan ke daun atau dikocorkan ke tanah untuk membantu pertumbuhan dan kesehatan tanaman cabai.


Sumber : CARA LENGKAP PEMBUATAN POC PUPUK KANDANG UNTUK CABE - YouTube

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar