jfl4pTej7k4QfCLcbKfF9s3px8pyp1IT1rbd9c4h
*๐ŸŒป๐Ÿƒ Pro Kontra Hukum Maulid Nabi ๐Ÿƒ๐ŸŒป*

Iklan Billboard 970x250

*๐ŸŒป๐Ÿƒ Pro Kontra Hukum Maulid Nabi ๐Ÿƒ๐ŸŒป*

๐Ÿ’ฅ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฅ๐Ÿ’ฆ

Assalamu'alaykum warohmatuLlaahi wabarokaatuh
Perkenalkan, ana Moko warga Depok, berharap agar ustadz Farid dapat memberikan penjelasan atas hal-hal yang ingin ana tanyakan. Ustadz Farid, ana ingin bertanya:

 Apakah ada dasar hukumnya perayaan maulid nabi? Apakah itu termasuk perkara ibadah/muamalah/yang lainnya? Mengingat di zaman rasuluLlaah dan para sahabat, tabiin, tabiut dan tabiin itu tidak ada. Baru ada di zaman setelahnya, kalau dari kalangan yang memperbolehkan mengisahkan bahwa maulid bermula atas hasil itjihad di zaman sultan salahudin al ayyubi yang bermaksud ingin membangkitkan semangat jihad kaum muslimin dengan meneladani rasuluLlaah, maka diadakan hal ini. Kalau kalangan yang menilai itu adalah bi'dah dalam pemahaman ana karena itu bentuk hal yang baru bahkan ibadah baru yang tidak pernah dicontohkan oleh generasi terbaik umat ini.

Wassalammu'alaykum warohmatuLlaahi wabarokaatuh

Jawaban:

๐Ÿ“Œ _Bismillah wal Hamdulillah wash Shalatu was Salamu ‘Ala Rasulillah wa Ba’d_:

Tidak ada penceritaan secara detil kelahiran Nabi ๏ทบ oleh Nabi sendiri, kecuali hadits berikut:

Dari Abu Qatadah Al Anshari Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

ูˆَุณُุฆِู„َ ุนَู†ْ ุตَูˆْู…ِ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ِุงุซْู†َูŠْู†ِ ู‚َุงู„َ ุฐَุงูƒَ ูŠَูˆْู…ٌ ูˆُู„ِุฏْุชُ ูِูŠู‡ِ ูˆَูŠَูˆْู…ٌ ุจُุนِุซْุชُ ุฃَูˆْ ุฃُู†ْุฒِู„َ ุนَู„َูŠَّ ูِูŠู‡ِ


Nabi ditanya tentang puasa di hari senin. Beliau menjawab: “Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus menjadi rasul, atau diturunkan kepadaku (wahyu).” *(HR. Muslim No. 1162)*

Bahkan di hari Senin pula Beliau ๏ทบ diwafatkan.

 Dari ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, bahwa dia ditanya:

ุฃَูŠِّ ูŠَูˆْู…ٍ ุชُูˆُูِّูŠَ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َุชْ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ِุงุซْู†َูŠْู†ِ

Hari apakah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam wafat? Beliau menjawab: “Hari senin.” *(HR. Bukhari No. 1387)*

Ini sangat wajar sebab keluhuran budi pekerti Beliau ๏ทบ tidak memungkinkan  menceritakan kehebatan, keunggulan, dan kemuliaan hari lahirnya sendiri. Seorang Nabi apalagi sayyidul anbiya’ mustahil memiliki sifat ‘ujub. Sehingga jika ada yang mengatakan “Nabi ๏ทบ tidak pernah memuliakan hari kelahirannya sendiri” adalah benar adanya. Akhirnya, kitalah umatnya yang memuliakan dan menampakkan kegembiraan atas kelahiran Nabi ๏ทบ, sebagaimana firman Allah ๏ทป tentang kegembiraan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam atas lahirnya Nabi Ismail ‘Alaihissalam.

  Allah  ๏ทป  berfirman:
ูَุจَุดَّุฑْู†َุงู‡ُ ุจِุบُู„ุงู…ٍ ุญَู„ِูŠู…ٍ

“ _Maka Kami beri dia (Nabi Ibrahim) kabar gembira dengan (lahirnya) seorang anak yang amat sabar (yakni Nabi Ismail)”_ (QS. Ash Shafat (37): 101)

Jadi, sebagaimana kelahiran Nabi Ismail ‘Alaihissalam adalah sebuah kegembiraan bagi ayahnya, maka kegembiraan pula bagi kaum muslimin atas kelahiran Nabi Muhammad ๏ทบ. Oleh karena itu jangan diingkari kebahagiaan kaum muslimin atas kelahirannya, pujian-pujian kepadanya, sebab Allah ๏ทป pun memujinya dalam Al Quran, demikian juga para sahabatnya, para ulama dan orang-orang utama, maka kaum muslimin layak memberikan pujian yang berlimpah kepadanya,  selama  tidak ada pensifatan ketuhanan kepada Rasulullah ๏ทบ. 

Al Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berkata –seperti yang dikutip oleh Imam Ibnu Hajar Al Haitami Rahimahullah:

ูˆَุฃَูŠُّ ู†ِุนْู…َุฉٍ ุฃَุนْุธَู…ُ ู…ِู†ْ ุงู„ู†ِّุนْู…َุฉِ ุจِุจُุฑُูˆุฒِ ู‡َุฐَุง ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุงู„َّุฐِูŠ ู‡ُูˆَ ู†َุจِูŠُّ ุงู„ุฑَّุญْู…َุฉِ ูِูŠ ุฐَู„ِูƒَ ุงู„ْูŠَูˆْู…ِ

_Dan, nikmat apakah yang paling besar dibanding nikmat kelahiran Nabi yang mulia ini, dialah Nabi yang menjadi rahmat pada hari itu._  *( _Tuhfatul Muhtaj_, 31/377)*

*๐Ÿ“‹Pro-Kontra Haflah Maulid Nabi ๏ทบ*

 Kita dapati di media sosial, perdebatan tentang peringatan Maulid Nabi ๏ทบ. Ada yang melarang secara mutlak, apa pun isi dan bentuknya, ada pula yang membolehkan secara mutlak, dan ada pula yang membolehkan dengan perincian dan syarat-syarat. Bahkan perdebatan tersebut tidak jarang menyulut permusuhan, caci maki, saling tuduh, dan tabdi’, tafsiq, satu sama lain. 

 Ini bukanlah perdebatan baru, jika abad ini adalah abad 15 Hijriyah, maka perselisihan ini sudah terjadi sejak belasan abad yang lalu, khususnya setelah tiga abad terbaik. Pihak yang pro dan kontra

> Majelis Indahnya Berbagi:
sama-sama sepakat bahwa haflah ini tidak ada pada masa Nabi, sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in. Bahkan mereka juga sepakat tentang memuliakan Rasulullah ๏ทบ, kapan pun, tidak harus menunggu momen 12 Rabi’ul Awal. Tetapi, mereka tidak sepakat kapankah haflah maulid itu muncul? Sebagian ada yang menguatkan bahwa ini dimulai dan diinisiatifkan Syiah Daulah Fathimiyyah, ada pula yang mengatakan pada masa Shalahuddin Al Ayyubi, ada yang mengatakan dimunculkan oleh Malik Muzhafar Abu Sa’id bin Zainuddin (ini yang dikuatkan oleh Imam As Suyuthi), dan versi lainnya, dan seterusnya. Selain itu, -dan ini yang paling menyita energi kita- mereka juga tidak sepakat tentang keabsahannya, boleh atau tidak haflah Maulid Nabi, seperti yang kami sebutkan di atas.  

 Berikut ini adalah pandangan dua kelompok tersebut. 

*๐Ÿ“Œ Pertama. Pihak Yang Melarang dan Alasan-Alasannya*

 Para ulama yang melarang memiliki sejumlah alasan, di antaranya:

1⃣ Peringatan maulid Nabi ๏ทบ tidak pernah dilakukan oleh Nabi ๏ทบ, para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, bahkan imam empat madzhab. Sebagaimana ini diakui pula oleh pihak yang membolehkan. Padahal mereka lebih layak melakukan itu sebab kecintaan mereka, ittiba’nya mereka kepada Nabi ๏ทบ, serta ilmunya, melebihi manusia-manusia setelahnya. 

2⃣ _Lau kaana khairan lasabaquuna ilaih_ – seandainya itu baik niscaya mereka akan mendahului melakukannya. Ini kaidahnya. Jika memang acara Maulid itu baik, kenapa bisa luput kebaikan ini dari generasi terbaik umat ini? Tidak mungkin mereka tidak mengenal kebaikan walau sekecil apa pun, apalagi sampai melewatinya begitu saja. Jika maulid tidak ada pada masa itu, itu menunjukkan memang itu tidak dipandang baik oleh mereka.

3⃣ Agama ini telah sempurna, sebagaimana firmanNya:

ุงู„ْูŠَูˆْู…َ ุฃَูƒْู…َู„ْุชُ ู„َูƒُู…ْ ุฏِูŠู†َูƒُู…ْ ูˆَุฃَุชْู…َู…ْุชُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ู†ِุนْู…َุชِูŠ ูˆَุฑَุถِูŠุชُ ู„َูƒُู…ُ ุงู„ْุฅِุณْู„َุงู…َ ุฏِูŠู†ًุง

Hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu dan telah Aku sempurnakan atasmu nikmatKu, dan Aku ridha Islam adalah agama bagi kamu. (QS. Al Maidah: 3)

Jadi, apa pun yang dahulunya bukan bagian dari agama, maka selamanya dia bukan bagian dari ajaran agama. Tidak seorang pun berhak memasukkannya sebagai bagian dari agama. Sebab kesempurnaan agama ini telah final, tidak dibutuhkan lagi penambahan walau  dipandang baik oleh manusia.

4⃣ Rasulullah ๏ทบ melarang kita untuk mengada-ada urusan agama. Umumnya para pelaku acara Maulid menganggap ini adalah peringatan keagamaan. Maka, jika itu dianggap bagian dari agama  maka  mereka wajib mendatangkan dalil, jika tidak ada maka tertolak. Sebagaimana hadits berikut:

ุนَู†ْ ุฃُู…ِّ ุงู„ู…ُุคู…ِู†ِูŠู†َ ุฃُู…ِّ ุนَุจْุฏِ ุงู„ู„ู‡ِ ุนَุงุฆِุดَุฉَ - ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡َุง - ู‚َุงู„َุชْ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„ู‡ِ : (ู…َู†ْ ุฃَุญْุฏَุซَ ูِูŠْ ุฃَู…ْุฑِู†َุง ู‡َุฐَุง ู…َุง ู„َูŠْุณَ ู…ِู†ْู‡ُ ูَู‡ُูˆَ ุฑَุฏٌّ)   ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆู…ุณู„ู… 

Dari Ummul Mu’minin, Ummu Abdillah, ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha, dia berkata: _“Barangsiapa yang menciptakan hal baru dalam urusan kami ini (yakni Islam), berupa apa-apa yang bukan darinya, maka itu tertolak.”_  (HR. Bukhari dan Muslim).

*๐Ÿ“Œ Aqwaal Para Ulama Yang Melarang*

Berikut ini adalah perkataan para ulama yang melarang peringatan Maulid Nabi ๏ทบ.

1⃣ Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah

Beliau berkata:

ูˆู„ู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฎุทุจ ูˆุนู‡ูˆุฏ ูˆูˆู‚ุงุฆุน ููŠ ุฃูŠุงู… ู…ุชุนุฏุฏุฉ: ู…ุซู„ ูŠูˆู… ุจุฏุฑ، ูˆุญู†ูŠู†، ูˆุงู„ุฎู†ุฏู‚، ูˆูุชุญ ู…ูƒุฉ، ูˆูˆู‚ุช ู‡ุฌุฑุชู‡، ูˆุฏุฎูˆู„ู‡ ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ، ูˆุฎุทุจ ู„ู‡ ู…ุชุนุฏุฏุฉ ูŠุฐูƒุฑ ููŠู‡ุง ู‚ูˆุงุนุฏ ุงู„ุฏูŠู†. ุซู… ู„ู… ูŠูˆุฌุจ ุฐู„ูƒ ุฃู† ูŠุชุฎุฐ ุฃู…ุซุงู„ ุชู„ูƒ ุงู„ุฃูŠุงู… ุฃุนูŠุงุฏًุง. ูˆุฅู†ู…ุง ูŠูุนู„ ู…ุซู„ ู‡ุฐุง ุงู„ู†ุตุงุฑู‰ ุงู„ุฐูŠู† ูŠุชุฎุฐูˆู† ุฃู…ุซุงู„ ุฃูŠุงู… ุญูˆุงุฏุซ ุนูŠุณู‰ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… ุฃุนูŠุงุฏًุง، ุฃูˆ ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ، ูˆุฅู†ู…ุง ุงู„ุนูŠุฏ ุดุฑูŠุนุฉ، ูู…ุง ุดุฑุนู‡ ุงู„ู„ู‡ ุงุชุจุน. ูˆุฅู„ุง ู„ู… ูŠุญุฏุซ ููŠ ุงู„ุฏูŠู† ู…ุง ู„ูŠุณ ู…ู†ู‡.
ูˆูƒุฐู„ูƒ ู…ุง ูŠุญุฏุซู‡ ุจุนุถ ุงู„ู†ุงุณ، ุฅู…ุง ู…ุถุงู‡ุงุฉ ู„ู„ู†ุตุงุฑู‰ ููŠ ู…ูŠู„ุงุฏ ุนูŠุณู‰ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู…، ูˆุฅู…ุง ู…ุญุจุฉ ู„ู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…، ูˆุชุนุธูŠู…ًุง. ูˆุงู„ู„ู‡ ู‚ุฏ ูŠุซูŠุจู‡ู…   ุนู„ู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ู…ุญุจุฉ ูˆุงู„ุงุฌุชู‡ุงุฏ، ู„ุง ุนู„ู‰ ุงู„ุจุฏุน- ู…ู† ุงุชุฎุงุฐ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุนูŠุฏًุง. ู…ุน ุงุฎุชู„ุงู ุงู„ู†ุงุณ ููŠ ู…ูˆู„ุฏู‡. ูุฅู† ู‡ุฐุง ู„ู… ูŠูุนู„ู‡ ุงู„ุณู„ู، ู…ุน ู‚ูŠุงู… ุงู„ู…ู‚ุชุถูŠ ู„ู‡ ูˆุนุฏู… ุงู„ู…ุงู†ุน ู…ู†ู‡ ู„ูˆ ูƒุงู† ุฎูŠุฑًุง. ูˆู„ูˆ ูƒุงู† ู‡ุฐุง ุฎูŠุฑًุง  ู…ุญุถุง، ุฃูˆ ุฑุงุฌุญًุง ู„ูƒุงู† ุงู„ุณู„ู ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… ุฃุญู‚ ุจู‡ ู…ู†ุง، ูุฅู†ู‡ู… ูƒุงู†ูˆุง ุฃุดุฏ ู…ุญุจุฉ ู„ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆุชุนุธูŠู…ًุง ู„ู‡ ู…ู†ุง، ูˆู‡ู… ุนู„ู‰ ุงู„ุฎูŠุฑ ุฃุญุฑุต.

 "Rasululullah ๏ทบ telah melak

> Majelis Indahnya Berbagi:
ukan berbagai  peristiwa penting dalam sejarah beliau, seperti khutbah-khutbah dan perjanjian-perjanjian beliau pada hari Badar, Hunain, Khandaq, Fathu Makkah, Hijrah, Masuk Madinah. Beliau pun memiliki berbagai khutbah yang mengandung banyak kaidah-kaidah agama. Lalu, hari-hari seperti itu tidak sepantasnya dijadikan sebagai perayaan.  karena yang melakukan seperti itu adalah  Umat Nasrani yang menjadikan peristiwa yang dialami ‘Isa ‘Alaihissalam adalah sebagai perayaan, atau juga dilakukan Yahudi.   Hari raya merupakan bagian dari syariat, maka apa yang disyariatkan Allah itulah yang diikuti, kalau tidak maka sama saja telah membuat sesuatu yang baru dalam  agama. 

 Maka apa yang dilakukan oleh sebagian orang,  baik karena menyerupai tradisi Nasrani yang memperingati kelahiran ‘Isa ‘Alaihissalam,  baik karena cinta dan memuliakan Rasulullah ๏ทบ, maka Allah  akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaan dan ijtihad itu, tapi tidak atas bid'ah dengan menjadikan maulid nabi sebagai hari raya. Padahal manusia berselisih tentang kapan hari lahirnya. Sesungguhnya ini  tidak dilakukan para salaf, padahal mereka punya alasan untuk melakukannya dan tidak ada halangan untuk melakukannya jika memang itu baik. Seandainya itu baik, bersih,  dan argumentatif,  niscaya para salaf lebih berhak melakukannya dibanding kita. Sebab mereka adalah generasi yang paling kuat cinta dan pemuliaaanya kepada Rasulullah ๏ทบ dibanding kita, dan mereka sangat bersemangat dalam mengerjakan kebaikan. *( _Iqtidha Shirathal Mustaqim_, 2/123)*

*2⃣Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy Syaikh Rahimahullah*

Beliau berkata:

ู„ุงุดูƒ ุฃู† ุงู„ุฅุญุชูุงู„ ุจู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ุงู„ุจุฏุน ุงู„ู…ุญุฏุซุฉ ููŠ ุงู„ุฏูŠู†، ุจุนุฏ ุฃู† ุงู†ุชุดุฑ ุงู„ุฌู‡ู„ ููŠ ุงู„ุนุงู„ู… ุงู„ุฅุณู„ุงู…ูŠ ูˆุตุงุฑ ู„ู„ุชุถู„ูŠู„ ูˆุงู„ุฅุถู„ุงู„ ูˆุงู„ูˆู‡ู… ูˆุงู„ุฅูŠู‡ุงู… ู…ุฌุงู„، ุนู…ูŠุช ููŠู‡ ุงู„ุจุตุงุฆุฑ ูˆู‚ูˆูŠ ููŠู‡ ุณู„ุทุงู† ุงู„ุชู‚ู„ูŠุฏ ุงู„ุฃุนู…ู‰، ูˆุฃุตุจุญ ุงู„ู†ุงุณ ููŠ ุงู„ุบุงู„ุจ ู„ุง ูŠุฑุฌุนูˆู† ุฅู„ู‰ ู…ุง ู‚ุงู… ุงู„ุฏู„ูŠู„ ุนู„ู‰ ู…ุดุฑูˆุนูŠุชู‡، ูˆุฅู†ู…ุง ูŠุฑุฌุนูˆู† ุฅู„ู‰ ู…ุง ู‚ุงู„ู‡ ูู„ุงู† ูˆุงุฑุชุถุงู‡ ุนู„ุงู†، ูู„ู… ูŠูƒู† ู„ู‡ุฐู‡ ุงู„ุจุฏุนุฉ ุงู„ู…ู†ูƒุฑุฉ ุฃุซุฑ ูŠุฐูƒุฑ ู„ุฏู‰ ุฃุตุญุงุจ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆู„ุง ู„ุฏู‰ ุงู„ุชุงุจุนูŠู† ูˆุชุงุจุนูŠู‡ู…، ูˆู‚ุฏ ู‚ุงู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… " ุนู„ูŠูƒู… ุจุณู†ุชูŠ ูˆุณู†ุฉ ุงู„ุฎู„ูุงุก ุงู„ุฑุงุดุฏูŠู† ุงู„ู…ู‡ุฏูŠูŠู† ู…ู† ุจุนุฏูŠ، ุชู…ุณูƒูˆุง ุจู‡ุง ูˆุนุถูˆุง ุนู„ูŠู‡ุง ุจุงู„ู†ูˆุงุฌุฐ ูˆุฅูŠุงูƒู… ูˆู…ุญุฏุซุงุช ุงู„ุฃู…ูˆุฑ، ูุฅู† ูƒู„ ู…ุญุฏุซุฉ ุจุฏุนุฉ ูˆูƒู„ ุจุฏุนุฉ ุถู„ุงู„ุฉ "

Tidak ragu lagi bahwa acara maulid Nabi ๏ทบ termasuk bid’ah baru dalam agama, setelah menyebarnya kebodohan di dunia Islam, merebaknya kesesatan dan khayalan, yang membutakan mata dan menguatkan taklid buta. Umumnya manusia tidak merujuk kepada dalil-dalil yang mensyariatkannya, tapi mereka hanya mengikuti perkataan si Fulan dan si Alan. Tidak pernah ada bid’ah munkarah ini dalam atsar para sahabat Nabi ๏ทบ, tabi’in, dan pengikutnya. Padagal Nabi ๏ทบ telah bersabda: “Peganglah sunahku dan sunah khulafa ar rasyidin yang mendapatkan petunjuk setelahku, peganglah itu dan gigitlah dengan geraham kalian, takutlah terhadap perkara-perkara yang baru, sebab setiap  perkara baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat.” *( _Fatawa wa Rasail_, 3/54)*

*3⃣ Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz Rahimahullah*

Beliau berkata:

ู†ุนู… ุงู„ุงุญุชูุงู„ ุจุงู„ู…ูˆุงู„ุฏ ุจุฏุนุฉ، ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุงู„ุงุญุชูุงู„ ุจุงู„ู…ูˆุงู„ุฏ، ู„ุง ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…، ูˆู„ุง ุบูŠุฑู‡، ู„ุฃู† ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…، ู‚ุงู„: «ุฅูŠุงูƒู… ูˆู…ุญุฏุซุงุช ุงู„ุฃู…ูˆุฑ، ูุฅู† ูƒู„ ู…ุญุฏุซุฉ ุจุฏุนุฉ، ูˆูƒู„ ุจุฏุนุฉ ุถู„ุงู„ุฉ  » ูˆู‚ุงู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู…: ููŠ ุฎุทุจุฉ ูŠูˆู… ุงู„ุฌู…ุนุฉ: «ุฃู…ุง ุจุนุฏ ูุฅู† ุฎูŠุฑ ุงู„ุญุฏูŠุซ ูƒุชุงุจ ุงู„ู„ู‡، ูˆุฎูŠุฑ ุงู„ู‡ุฏูŠ ู‡ุฏูŠ ู…ุญู…ุฏ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…، ูˆุดุฑ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ู…ุญุฏุซุงุชู‡ุง، ูˆูƒู„ ุจุฏุนุฉ ุถู„ุงู„ุฉ  » ูˆุงู„ุงุญุชูุงู„ ุจุงู„ู…ูˆุงู„ุฏ ุจุฏุนุฉ، ู…ุง ูุนู„ู‡ ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…، ูˆู„ุง ุฃุตุญุงุจู‡ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… ูˆุฃุฑุถุงู‡ู…، ูˆูŠูƒููŠ ุงู„ู…ุคู…ู† ุงู„ุชุฃุณูŠ ุจุณู†ุชู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…، ูˆุงู„ุณูŠุฑ ุนู„ู‰ ู…ู†ู‡ุงุฌู‡ ูˆุนุฏู… ุงู„ุฅุญุฏุงุซ ูู…ุญุจุฉ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู„ูŠุณุช ุจุงู„ุจุฏุน، ูˆู„ูƒู† ุจุงุชุจุงุน ุทุฑูŠู‚ู‡ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู…، ูˆุงู…ุชุซุงู„ ุฃูˆุงู…ุฑู‡، ูˆุชุฑูƒ ู†ูˆุงู‡ูŠู‡

 Ya, acara maulid itu bid’ah, tidak boleh mengadakan acara maulid-maulid, baik itu maulid Nabi ๏ทบ dan yang lainnya, karena Nabi ๏ทบ bersabda: “Takutlah terhadap perkara-perkara yang baru, sebab setiap  perkara baru adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat.” Juga sabdanya saat khutbah Jumat: “Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk  Muhammad ๏ทบ, dan seburuk-buruknya perkara adalah hal-hal y

> Majelis Indahnya Berbagi:
ang baru, dan setiap bid’ah itu sesat.” Acara maulid itu bid’ah, dan tidak pernah dilakukan oleh Nabi ๏ทบ, para sahabatnya Radhiallahu ‘Anhum, dan cukuplah seorang mu’min mengikuti sunahnya dan berjalan di atas manhajnya, dan menghilangkan perkara-perkara yang baru. Mencintai Nabi ๏ทบ bukanlah dengan melakukan bid’ah, tapi dengan mengikuti  jalannya ๏ทบ, menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. *( _Fatawa Nur ‘Ala Ad Darb,_ 3/42)*

 Dan, masih banyak lagi dari para ulama yang melarangnya,  semisal Imam Fakihani, Imam Asy Syuqairi, Syaikh Shalih Al Fauzan, Syaikh Utsaimin, dan lainnya.

*๐Ÿ“Œ Kedua. Pihak Yang Membolehkan dan Alasan-Alasannya*

 Pihak yang membolehkan mengutarakan sejumlah alasan, yakni sebagai berikut:

*๐Ÿ“˜Al Quran Al Karim*

Allah ๏ทป berfirman:
ู‚ُู„ْ ุจِูَุถْู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุจِุฑَุญْู…َุชِู‡ِ ูَุจِุฐَู„ِูƒَ ูَู„ْูŠَูْุฑَุญُูˆุง

            _"Katakanlah: "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira"._ (QS.Yunus: 58)

 Bagi seorang muslim, tentunya dengan sadar  akan mengatakan bahwa karunia dan rahmat Allah ๏ทป terbesar bagi umat manusia adalah kelahiran Nabi ๏ทบ, yang menjadi suluh hidayah bagi segenap manusia. Peringatakan maulid nabi ๏ทบ merupakan perwujudan kebahagiaan atas karunia terbesar tersebut. 

 Ayat lainnya:
ู„َู‚َุฏْ ูƒَุงู†َ ูِูŠ ู‚َุตَุตِู‡ِู…ْ ุนِุจْุฑَุฉٌ ู„ِุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฃَู„ْุจَุงุจِ

_Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal._  (QS. Yusuf:111)

 Kisah kehidupan Nabi ๏ทบ, sejak kelahirannya, perjuangannya, da’wahnya, sampai wafatnya adalah kisah dan potret terbaik kehidupan manusia. Maka, hal yang sangat baik mengambil pelajaran darinya. Maulid Nabi ๏ทบ adalah sarana untuk itu. 

*๐Ÿ“•As Sunnah*

Untuk dalil As Sunnah, kelompok yang membolehkan punya beberapa dalil:

▪Pertama. Dari Abu Qatadah Al Anshari Radhiallahu ‘Anhu, katanya:

ูˆَุณُุฆِู„َ ุนَู†ْ ุตَูˆْู…ِ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ِุงุซْู†َูŠْู†ِ ู‚َุงู„َ ุฐَุงูƒَ ูŠَูˆْู…ٌ ูˆُู„ِุฏْุชُ ูِูŠู‡ِ ูˆَูŠَูˆْู…ٌ ุจُุนِุซْุชُ ุฃَูˆْ ุฃُู†ْุฒِู„َ ุนَู„َูŠَّ ูِูŠู‡ِ

Nabi ditanya tentang shaum di hari senin. Beliau menjawab: “Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus menjadi rasul, atau diturunkan kepadaku (wahyu).” *(HR. Muslim No. 1162)*

Hadits ini menunjukkan bolehnya menapaktilasi dan menghormati hari lahirnya Nabi ๏ทบ dengan amal-amal kebaikan, sebab Nabi ๏ทบ sendiri yang menyontohkan. Beliau berpuasa di hari Senin, karena itulah hari dirinya dilahirkan.

▪Kedua.  Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, katanya: 

ู‚ุฏู… ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉ ูุฑุฃู‰ ุงู„ูŠู‡ูˆุฏ ุชุตูˆู… ุนุงุดูˆุฑุงุก.
ูู‚ุงู„: " ู…ุง ู‡ุฐุง؟ " ู‚ุงู„ูˆุง: ูŠูˆู… ุตุงู„ุญ، ู†ุฌู‰ ุงู„ู„ู‡ ููŠู‡ ู…ูˆุณู‰ ูˆุจู†ูŠ ุงู„ุณุฑุงุฆูŠู„ ู…ู† ุนุฏูˆู‡ู…، ูุตุงู…ู‡ ู…ูˆุณู‰ ูู‚ุงู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…: " ุฃู†ุง ุฃุญู‚ ุจู…ูˆุณู‰ ู…ู†ูƒู… " ูุตุงู…ู‡، ูˆุฃู…ุฑ ุจุตูŠุงู…ู‡

 Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa ‘Asyura. Beliau bertanya: “Apa ini?” mereka menjawab: “Ini hari baik, Allah telah menyelamatkan pada hari ini Musa dan Bani Israel dari musuh mereka, maka Musa pun berpuasa.” Maka, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Saya lebih berhak terhadap Musa dibanding kalian.” Maka, beliau pun beruasa dan memerintahkan untuk berpuasa (‘Asyura).” *(HR. Muttafaq ‘Alaih)*

Hadits ini menunjukkan kebolehan memperingati hari-hari bersejarah yang dilalui umat terdahulu dalam rangka mengambil pelajaran darinya, bahkan Nabi ๏ทบ mengisinya dengan ibadah. _Hadits ini dijadikan dalil oleh Al Hafizh Ibnu Hajar Al ‘Asqalani Rahimahullah tentang bolehnya acara Maulid Nabi ๏ทบ, dan diisi dengan amal kebaikan,_  sebagaimana yang akan kami sampaikan nanti.

▪Ketiga. Kisah peringanan siksaan bagi Abu Lahab setiap  hari Senin lantaran dia bergembira saat hari kelahiran Nabi ๏ทบ, Abu Lahab menampakkan kegembiraannya dengan membebaskan budak bernama Tsuwaibah.  

Imam  Abu Bakar Ad Dimyathi Asy Syafi’i Rahimahullah:

ูˆุฑุญู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู‚ุงุฆู„ ูˆู‡ูˆ ุญุงูุธ ุงู„ุดุงู… ุดู…ุณ ุงู„ุฏูŠู† ู…ุญู…ุฏ ุจู† ู†ุงุตุฑ ุญูŠุซ ู‚ุงู„ ุฅุฐุง ูƒุงู† ู‡ุฐุง ูƒุงูุฑุง ุฌุงุก ุฐู…ู‡ ูˆุชุจุช ูŠุฏุงู‡ ููŠ ุงู„ุฌุญูŠู… ู…ุฎู„ุฏุง ุฃุชู‰ ุฃู†ู‡ ููŠ ูŠูˆู… ุงู„ุฅุซู†ูŠู† ุฏุงุฆู…ุง ูŠุฎูู ุนู†ู‡ ู„ู„ุณุฑูˆุฑ ุจุฃุญู…ุฏ ูู…ุง ุงู„ุธู† ุจุงู„ุนุจุฏ ุงู„ุฐูŠ ูƒุงู† ุนู…ุฑู‡ ุจุฃุญู…ุฏ ู…ุณุฑูˆุฑุง ูˆู…ุงุช ู…ูˆุญุฏุง

Semoga Allah merahmati orang yang mengatakan – yaitu Haafizh Syamsuddin Muhammad bin Naashir – ketika dia berkata: jika hal ini terjadi pa

> Majelis Indahnya Berbagi:
da orang kafir (yakni Abu Lahab) yang telah dicela dan dibinasakan kedua tangannya di neraka yang abadi, bahwa dia (Abu Lahab) diringankan siksaannya pada setiap hari senin karena kebahagiaan dengan memujinya (kelahiran nabi, red), maka apalagi dengan seorang hamba yang  sepanjang umurnya berbahagia dengan kelahirannya dan dia mati dalam keadaan bertauhid. *( _I’anatuth Thalibin_, 3/364)*

Al Haafizh Syamsuddin Muhammad bin Naashir mengatakan kisah ini shahih. *(Imam As Suyuthi, _Al Hawi Lil Fatawi_, 1/230)*

Sederhananya, jika Abu Lahab saja yang memusuhi Nabi ๏ทบ, yang nerakanya abadi, mendapat keringanan setiap hari Senin karena kebahagiaannya menyambut kelahiran Nabi ๏ทบ, apalagi seorang muslim yang mencintainya sepanjang hayatnya, tentu dia lebih layak mendapatkan keistimewaan itu.

▪ _Maslahat Mursalah_, yaitu aktifitas yang secara hakiki memiliki maslahat, baik kepada agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan. Syariat Islam sangat memperhatikan penjagaan terhadap hal-hal ini. Walau aktifitas tersebut tidak memiliki dalil khusus dalam Al Quran dan As Sunnah, tapi juga tidak ada dalil yang membatalkannya. Kaidah ini dimotori oleh Malikiyah, disetujui Hambaliyah, tapi tidak dipakai oleh Hanafiyah dan Syafi'iyah. Bagi kelompok yang membolehkan maulid, acara maulid nabi termasuk perwujudan maslahat mursalah dan bukan bid'ah, dalam rangka menjaga agama dan syiar-syiarnya. Sebagaimana pengumpulan mushaf Al Quran pada masa Utsman, ilmu tajwid, dan semisalnya.

*๐Ÿ“ŒAqwaal Ulama Yang Membolehkannya*

Berikut ini kami sampaikan berbagai perkataan (aqwaal)  para imam kaum muslimin, Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yang membolehkan acara maulid Nabi ๏ทบ.

*1⃣ Imam Nashirus Sunnah (pembela Sunnah), Asy Syafi’i Radhiallahu ‘Anhu*

 Berikut ini keterangannya:

ู‚ุงู„ ุงู„ุดุงูุนู‰ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุฌู…ุน ู„ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจู‰ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงุฎูˆุงู†ุง ูˆุชู‡ูŠุงุก ู„ู‡ู… ุทุนุงู…ุง ูˆุนู…ู„ุง ุญุณุงู†ุง ุจุนุซู‡ ุงู„ู„ู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ู…ุน ุงู„ุตุฏูŠู‚ูŠู† ูˆุงู„ุดู‡ุฏุงุก ูˆุงู„ุตุงู„ุญูŠู† 

  “Barangsiapa yang mengumpulkan orang untuk melaksanakan perayaan Maulid Nabi karena persaudaraan secarJa berjama’ah dengan menyediakan makanan dan berlaku baik, niscaya Allah bangkitkan di hari kiamat beserta para ahli kebenaran, syuhada dan para shalihin”. *( _Madarijus Su’uud_, Hal. 16)*

 Perkataan dari Imam Asy Syafi’i ini sulit diverifikasi sebab tidak disebutkan sanadnya. Sehingga sulit menentukan kepastiannya, ditambah lagi menurut pengakuan Al Hafizh Ibnu Hajar peringatan maulid baru ada setelah tiga abad terbaik, sedangkan Imam Asy Syafi’i hidup pada masa tabi’ut tabi’in alias abad ke-2 Hijriyah.

*2⃣ Imam As Suyuthi Rahimahullah*

ุญุณู† ุงู„ู…ู‚ุตุฏ ููŠ ุนู…ู„ ุงู„ู…ูˆู„ุฏ
ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุนุจุงุฏู‡ ุงู„ุฐูŠู† ุงุตุทูู‰ ، ูˆุจุนุฏ ูู‚ุฏ ูˆู‚ุน ุงู„ุณุคุงู„ ุนู† ุนู…ู„ ุงู„ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูˆูŠ ููŠ ุดู‡ุฑ ุฑุจูŠุน ุงู„ุฃูˆู„ ู…ุง ุญูƒู…ู‡ ู…ู† ุญูŠุซ ุงู„ุดุฑุน ؟ ูˆู‡ู„ ู‡ูˆ ู…ุญู…ูˆุฏ ุฃูˆ ู…ุฐู…ูˆู… ؟ ูˆู‡ู„ ูŠุซุงุจ ูุงุนู„ู‡ ุฃูˆู„ุงً ؟ .
ูˆุงู„ุฌูˆุงุจ : ุนู†ุฏูŠ ุฃู† ุฃุตู„ ุนู…ู„ ุงู„ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ุฐูŠ ู‡ูˆ ุงุฌุชู…ุงุน ุงู„ู†ุงุณ ูˆู‚ุฑุงุกุฉ ู…ุง ุชูŠุณุฑ ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆุฑูˆุงูŠุฉ ุงู„ุฃุฎุจุงุฑ ุงู„ูˆุงุฑุฏุฉ ููŠ ู…ุจุฏุฃ ุฃู…ุฑ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ّู… ูˆู…ุง ูˆู‚ุน ููŠ ู…ูˆู„ุฏู‡ ู…ู† ุงู„ุขูŠุงุช ุซู… ูŠู…ุฏ ู„ู‡ู… ุณู…ุงุท ูŠุฃูƒู„ูˆู†ู‡ ูˆูŠู†ุตุฑููˆู† ู…ู† ุบูŠุฑ ุฒูŠุงุฏุฉ ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ู‡ูˆ ู…ู† ุงู„ุจุฏุน ุงู„ุญุณู†ุฉ ุงู„ุชูŠ ูŠุซุงุจ ุนู„ูŠู‡ุง ุตุงุญุจู‡ุง ู„ู…ุงููŠู‡ ู…ู† ุชุนุธูŠู… ู‚ุฏุฑ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ّู… ูˆุฅุธู‡ุงุฑ ุงู„ูุฑุญ ูˆุงู„ุงุณุชุจุดุงุฑ ุจู…ูˆู„ุฏู‡ ุงู„ุดุฑูŠู

Maksud Baik Pada Amalan Maulid

Pertanyaan: "Segala puji bagi Allah dan salam sejahtera untuk hamba pilihanNya, wa ba'd: telah datang pertanyaan tentang perbuatan maulid nabi pada bulan Rabi'ul Awwal, apa hukumnya menurut pandangan syariat? apakah itu terpuji atau tercela? apakah mendapatkan pahala atau tidak, bagi si pelakunya?”

Jawaban:

Bagi saya, dasar dari maulid nabi adalah berkumpulnya manusia, membaca yang mudah dari Al Quran, dan membaca kisah-kisah yang warid  tentang konsepsi riwayat kehidupan  Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan membaca apa-apa yang terjadi pada hari kelahirannya berupa tanda-tanda kemuliaannya, dan menyediakan makanan buat mereka, lalu selesai tanpa ada tambahan lain, maka itu adalah bid'ah hasanah, dan diberikan pahala bagi yang melakukannya karena di dalamnya terdapat pemuliaan terhadap kedudukan Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan menampakan kebahagiaan dan rasa senang dengan kelahirannya yang mulia. *(Ima

> Majelis Indahnya Berbagi:
m As Suyuthi, _Al Hawi Lil Fatawi,_ 1/181-182. Imam Ibnu Hajar Al Haitami, _Tuhfah Al Muhtaj,_ 31/376)*

*3⃣ Imam Ibnu Hajar Al 'Asqalani Rahimahullah*

 Perkataan Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani dikutip oleh  Imam Ibnu Hajar Al Haitami Al Makki  berikut ini:

 ุฃَู†َّู‡ُ ุณُุฆِู„َ ุดَูŠْุฎُ ุงู„ْุฅِุณْู„َุงู…ِ ุญَุงูِุธُ ุงู„ْุนَุตْุฑِ ุฃَุจُูˆ ุงู„ْูَุถْู„ِ ุฃَุญْู…َุฏُ ุจْู†ُ ุญَุฌَุฑٍ ุนَู†ْ ุนَู…َู„ِ ุงู„ْู…َูˆْู„ِุฏِ ูَุฃَุฌَุงุจَ ุจِู…َุง ู†َุตُّู‡ُ ุฃَุตْู„ُ ุนَู…َู„ِ ุงู„ْู…َูˆْู„ِุฏِ ุจِุฏْุนَุฉٌ ู„َู…ْ ูŠُู†ْู‚َู„ْ ุนَู†ْ ุฃَุญَุฏٍ ู…ِู†ْ ุงู„ุณَّู„َูِ ุงู„ุตَّุงู„ِุญِ ู…ِู†ْ ุงู„ْู‚ُุฑُูˆู†ِ ุงู„ุซَّู„َุงุซَุฉِ ูˆَู„َูƒِู†َّู‡َุง ู…َุนَ ุฐَู„ِูƒَ ู‚َุฏْ ุงุดْุชَู…َู„َุชْ ุนَู„َู‰ ู…َุญَุงุณِู†َ ูˆَุถِุฏِّู‡َุง ูَู…َู†ْ ุชَุญَุฑَّู‰ ูِูŠ ุนَู…َู„ِู‡َุง ุงู„ْู…َุญَุงุณِู†َ ูˆَุชَุฌَู†َّุจَ ุถِุฏَّู‡َุง ูƒَุงู†َ ุจِุฏْุนَุฉً ุญَุณَู†َุฉً ูˆَู…َู†ْ ู„َุง ูَู„َุง

Bahwasanya Syaikhul Islam Haafizh Al 'Ashr Abul Fadhl Ahmad bin Hajar ditanya tentang hukum  Maulid, beliau menjawab: "Pada dasarnya maulid adalah bid'ah dan tidaklah dinukil satu pun dari salafush shalih yang ada pada tiga zaman, namun demikian pada acara tersebut terkandung di dalamnya kebaikan-kebaikan dan juga sebaliknya. maka, siapa saja yang pada acara itu hanya melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi yang buruk, maka itu adalah bid'ah hasanah, dan jika tidak demikian, maka tidak boleh. *(Imam Ibnu Hajar Al Haitami, _Tuhfatul Muhtaj,_ 31/378)*

Al Haafizh Ibnu Hajar  memberikan alasannya sebagai berikut:

ู‚َุงู„َ ูˆَู‚َุฏْ ุธَู‡َุฑَ ู„ِูŠ ุชَุฎْุฑِูŠุฌُู‡َุง ุนَู„َู‰ ุฃَุตْู„ٍ ุซَุงุจِุชٍ ูˆَู‡ُูˆَ ู…َุง ุซَุจَุชَ ูِูŠ ุงู„ุตَّุญِูŠุญَูŠْู†ِ ู…ِู†ْ ุฃَู†َّ ุงู„ู†َّุจِูŠَّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ { ู‚َุฏِู…َ ุงู„ْู…َุฏِูŠู†َุฉَ ูَูˆَุฌَุฏَ ุงู„ْูŠَู‡ُูˆุฏَ ูŠَุตُูˆู…ُูˆู†َ ูŠَูˆْู…َ ุนَุงุดُูˆุฑَุงุกَ ูَุณَุฃَู„َู‡ُู…ْ ูَู‚َุงู„ُูˆุง ู‡َุฐَุง ูŠَูˆْู…ٌ ุฃَุบْุฑَู‚َ ุงู„ู„َّู‡ُ ูِูŠู‡ِ ูِุฑْุนَูˆْู†َ ูˆَู†َุฌَّู‰ ูِูŠู‡ِ ู…ُูˆุณَู‰ ูَู†َุญْู†ُ ู†َุตُูˆู…ُู‡ُ ุดُูƒْุฑًุง ู„ِู„َّู‡ِ ุชَุนَุงู„َู‰ } ูَูŠُุณْุชَูَุงุฏُ ู…ِู†ْู‡ُ ูِุนْู„ُ ุงู„ุดُّูƒْุฑِ ู„ِู„َّู‡ِ ุนَู„َู‰ ู…َุง ู…َู†َّ ุจِู‡ِ ูِูŠ ูŠَูˆْู…ٍ ู…ُุนَูŠَّู†ٍ ู…ِู†ْ ุฅุณْุฏَุงุกِ ู†ِุนْู…َุฉٍ ูˆَุฏَูْุนِ ู†ِู‚ْู…َุฉٍ ูˆَูŠُุนَุงุฏُ ุฐَู„ِูƒَ ูِูŠ ู†َุธِูŠุฑِ ุฐَู„ِูƒَ ุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ุณَู†َุฉٍ ูˆَุงู„ุดُّูƒْุฑُ ู„ِู„َّู‡ِ ูŠَุญْุตُู„ُ ุจِุฃَู†ْูˆَุงุนِ ุงู„ْุนِุจَุงุฏَุฉِ ูƒَุงู„ุณُّุฌُูˆุฏِ ูˆَุงู„ุตِّูŠَุงู…ِ ูˆَุงู„ุตَّุฏَู‚َุฉِ ูˆَุงู„ุชِّู„َุงูˆَุฉِ ูˆَุฃَูŠُّ ู†ِุนْู…َุฉٍ ุฃَุนْุธَู…ُ ู…ِู†ْ ุงู„ู†ِّุนْู…َุฉِ ุจِุจُุฑُูˆุฒِ ู‡َุฐَุง ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุงู„َّุฐِูŠ ู‡ُูˆَ ู†َุจِูŠُّ ุงู„ุฑَّุญْู…َุฉِ ูِูŠ ุฐَู„ِูƒَ ุงู„ْูŠَูˆْู…ِ

Telah nampak bagiku riwayatnya pada pijakan yang kokoh, yaitu yang terdapat dalam Shahihain bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam datang ke Madinah, dia mendapatkan orang-orang Yahudi sedang berpuasa pada hari ‘Asyura, lalu dia menanyakan mereka. Mereka menjawab: “Ini adalah hari di mana Allah menenggelamkan Fir’aun dan menyelamatkan Musa, maka kami berpuasa sebagai ungkapan syukur kepada Allah Ta’ala.”  Maka, faidah dari kisah ini adalah melakukan perbuatan syukur kepada Allah atas karunia yang diberikanNya di hari tertentu  berupa nikmat dan dijauhi dari bencana, dan mengulangi hal itu pada hari tersebut di setiap tahunnya. Bersyukur kepada Allah bisa dilakukan dengan bermacam-macam ibadah seperti sujud, puasa, sedekah, dan tilawah. Dan, nikmat apakah yang paling besar dibanding nikmat kelahiran Nabi yang mulia ini, dialah Nabi yang menjadi rahmat pada hari itu. *(Ibid, 31/377)*

*4⃣ Imam Abu Syamah Rahimahullah (guru Imam An Nawawi)*

 Imam Ad Dimyathi mengatakan:

ู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุฃุจูˆ ุดุงู…ุฉ ุดูŠุฎ ุงู„ู†ูˆูˆูŠ ูˆู…ู† ุฃุญุณู† ู…ุง ุงุจุชุฏุน ููŠ ุฒู…ุงู†ู†ุง ู…ุง ูŠูุนู„ ูƒู„ ุนุงู… ููŠ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ู…ูˆุงูู‚ ู„ูŠูˆู… ู…ูˆู„ุฏู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ู† ุงู„ุตุฏู‚ุงุช ูˆุงู„ู…ุนุฑูˆู ูˆุฅุธู‡ุงุฑ ุงู„ุฒูŠู†ุฉ ูˆุงู„ุณุฑูˆุฑ ูุฅู† ุฐู„ูƒ ู…ุน ู…ุง ููŠู‡ ู…ู† ุงู„ุฅุญุณุงู† ู„ู„ูู‚ุฑุงุก ู…ุดุนุฑ ุจู…ุญุจุฉ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูˆุชุนุธูŠู…ู‡ ููŠ ู‚ู„ุจ ูุงุนู„ ุฐู„ูƒ ูˆุดูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู„ู‰ ู…ุง ู…ู† ุจู‡ ู…ู† ุฅูŠุฌุงุฏ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ุฐูŠ ุฃุฑุณู„ู‡ ุฑุญู…ุฉ ู„ู„ุนุงู„ู…ูŠู† 

Berkata Imam Abu Syamah (guru dari Imam An Nawawi): di antara bid'ah terbaik yang ada pada zaman kita adalah apa yang dilakukan pada setiap tahun di hari bertepatan dengan kelahiran Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, mereka  bersedekah, melakukan hal yang ma'ruf, menampilkan keindahan dan kebahagian, sebab yang demikian itu selain merupakan bukti  berbuat baik kepada para fuqara juga merupakan wujud mencintai Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan memuliakannya di hati pelakunya, yang telah bersyukur kepada Allah Ta'ala atas karunia kehadiran Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang diutusNya sebagai rahmat bagi semesta. *(Imam Abu Bakar bin As Sayyid

> Majelis Indahnya Berbagi:
Ad Dimyathi, _I'anatuth Thalibin_, 3/364)*

*5⃣  Al Imam Al Muhaddits As Sakhawi Rahimahullah*

Imam Ad Dimyathi mengatakan:

ู‚ุงู„ ุงู„ุณุฎุงูˆูŠ ุฅู† ุนู…ู„ ุงู„ู…ูˆู„ุฏ ุญุฏุซ ุจุนุฏ ุงู„ู‚ุฑูˆู† ุงู„ุซู„ุงุซุฉ ุซู… ู„ุง ุฒุงู„ ุฃู‡ู„ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ู…ู† ุณุงุฆุฑ ุงู„ุฃู‚ุทุงุฑ ูˆุงู„ู…ุฏู† ุงู„ูƒุจุงุฑ ูŠุนู…ู„ูˆู† ุงู„ู…ูˆู„ุฏ ูˆูŠุชุตุฏู‚ูˆู† ููŠ ู„ูŠุงู„ูŠู‡ ุจุฃู†ูˆุงุน ุงู„ุตุฏู‚ุงุช ูˆูŠุนุชู†ูˆู† ุจู‚ุฑุงุกุฉ ู…ูˆู„ุฏู‡ ุงู„ูƒุฑูŠู… ูˆูŠุธู‡ุฑ ุนู„ูŠู‡ู… ู…ู† ุจุฑูƒุงุชู‡ ูƒู„ ูุถู„ ุนู…ูŠู…

Berkata As Sakhawi: sesungguhnya amalan maulid baru terjadi setelah tiga zaman (maksudnya zaman nabi, sahabat, dan tabi’in), kemudian penduduk Islam di seluruh penjuru dan kota-kota besar melakukannya dan mereka bersedekah pada malam harinya dengan berbagai macam sedekah dan secara khusus membaca kisah kelahirannya yang mulia, dan nampaklah keberkahan bagi mereka pada setiap keutamaannya. *( _I'anathuth Thalibin_, 3/364)*

*6⃣ Imam – Imam Besar zaman dahulu*

 Berikut perkataan Imam  Ad Dimyathi Asy Syafi’i:

ูˆุฑุญู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู‚ุงุฆู„ ูˆู‡ูˆ ุญุงูุธ ุงู„ุดุงู… ุดู…ุณ ุงู„ุฏูŠู† ู…ุญู…ุฏ ุจู† ู†ุงุตุฑ ุญูŠุซ ู‚ุงู„ ุฅุฐุง ูƒุงู† ู‡ุฐุง ูƒุงูุฑุง ุฌุงุก ุฐู…ู‡ ูˆุชุจุช ูŠุฏุงู‡ ููŠ ุงู„ุฌุญูŠู… ู…ุฎู„ุฏุง ุฃุชู‰ ุฃู†ู‡ ููŠ ูŠูˆู… ุงู„ุฅุซู†ูŠู† ุฏุงุฆู…ุง ูŠุฎูู ุนู†ู‡ ู„ู„ุณุฑูˆุฑ ุจุฃุญู…ุฏ ูู…ุง ุงู„ุธู† ุจุงู„ุนุจุฏ ุงู„ุฐูŠ ูƒุงู† ุนู…ุฑู‡ ุจุฃุญู…ุฏ ู…ุณุฑูˆุฑุง ูˆู…ุงุช ู…ูˆุญุฏุง ู‚ุงู„ ุงู„ุญุณู† ุงู„ุจุตุฑูŠ ู‚ุฏุณ ุงู„ู„ู‡ ุณุฑู‡ ูˆุฏุฏุช ู„ูˆ ูƒุงู† ู„ูŠ ู…ุซู„ ุฌุจู„ ุฃุญุฏ ุฐู‡ุจุง ู„ุฃู†ูู‚ุชู‡ ุนู„ู‰ ู‚ุฑุงุกุฉ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ุฑุณูˆู„ 
 ู‚ุงู„ ุงู„ุฌู†ูŠุฏูŠ ุงู„ุจุบุฏุงุฏูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุญุถุฑ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ุฑุณูˆู„ ูˆุนุธู… ู‚ุฏุฑู‡ ูู‚ุฏ ูุงุฒ ุจุงู„ุฅูŠู…ุงู† 
 ู‚ุงู„ ู…ุนุฑูˆู ุงู„ูƒุฑุฎูŠ ู‚ุฏุณ ุงู„ู„ู‡ ุณุฑู‡ ู…ู† ู‡ูŠุฃ ู„ุฃุฌู„ ู‚ุฑุงุกุฉ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ุฑุณูˆู„ ุทุนุงู…ุง ูˆุฌู…ุน ุฅุฎูˆุงู†ุง ูˆุฃูˆู‚ุฏ ุณุฑุงุฌุง ูˆู„ุจุณ ุฌุฏูŠุฏุง ูˆุชุนุทุฑ ูˆุชุฌู…ู„ ุชุนุธูŠู…ุง ู„ู…ูˆู„ุฏู‡ ุญุดุฑู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ู…ุน ุงู„ูุฑู‚ุฉ ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ู…ู† ุงู„ู†ุจูŠูŠู† ูˆูƒุงู† ููŠ ุฃุนู„ู‰ ุนู„ูŠูŠู† 

 Semoga Allah merahmati orang yang mengatakan –dia adalah Haafizh Syamsuddin Muhammad bin Naashir – ketika berkata: jika hal ini terjadi pada orang kafir (yakni Abu Lahab) yang telah dicela dan dibinasakan kedua tangannya di neraka yang abadi, bahwa dia (Abu Lahab) diringankan siksaannya pada setiap hari senin karena kebahagiaan dengan memujinya (kelahiran nabi, red), maka apalagi dengan seorang hamba yang  sepanjang umurnya berbahagia dengan kelahirannya dan dia mati dalam keadaan bertauhid.

 Berkata Al Hasan Al Bashri  -semoga Allah mensucikan rahasianya: “Ingin sekali aku seandainya memiliki emas semisal gunung Uhud, akan aku infaq-kan kepada orang yang membacakan Maulid Ar Rasul.”

 Berkata Al Junaid Al Baghdadi Rahimahullah: “Barangsiapa yang menghadiri Maulid Ar Rasul dan mengagungkan kedudukannya, maka dia telah beruntung dengan keimanannya.”

 Berkata Ma’ruf Al Karkhi Rahimahullah –semoga Allah mensucikan rahasianya: "Barangsiapa menyediakan makanan, mengumpulkan saudara-saudara, menyiapkan lampu, memakai pakaian baru, memakai wangian dan menghias dirinya untuk  mengagungkan  kelahiran Rasul, maka kelak di hari kiamat Allah akan mengumpulkannya bersama   orang-orang pada barisan pertama dari golongan para nabi, dan dia akan ditempatkan di `Illiyyin yang paling tinggi."  *( _I’anatuth Thalibin,_ 3/364)*

 Lalu Imam Abu Bakar Ad Dimyathi juga mengutip dari imam lainnya:

ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุฅู…ุงู… ุงู„ูŠุงูุนูŠ ุงู„ูŠู…ู†ู‰ ู…ู† ุฌู…ุน ู„ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅุฎูˆุงู†ุง ูˆู‡ูŠุฃ ุทุนุงู…ุง ูˆุฃุฎู„ู‰ ู…ูƒุงู†ุง ูˆุนู…ู„ ุฅุญุณุงู†ุง ูˆุตุงุฑ ุณุจุจุง ู„ู‚ุฑุงุกุฉ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ุฑุณูˆู„ ุจุนุซู‡ ุงู„ู„ู‡ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ ู…ุน ุงู„ุตุฏูŠู‚ูŠู† ูˆุงู„ุดู‡ุฏุงุก ูˆุงู„ุตุงู„ุญูŠู† ูˆูŠูƒูˆู† ููŠ ุฌู†ุงุช ุงู„ู†ุนูŠู… 
 ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุณุฑูŠ ุงู„ุณู‚ุทูŠ ู…ู† ู‚ุตุฏ ู…ูˆุถุนุง ูŠู‚ุฑุฃ ููŠู‡ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูู‚ุฏ ู‚ุตุฏ ุฑูˆุถุฉ ู…ู† ุฑูŠุงุถ ุงู„ุฌู†ุฉ ู„ุฃู†ู‡ ู…ุง ู‚ุตุฏ ุฐู„ูƒ ุงู„ู…ูˆุถุน ุฅู„ุง ู„ู…ุญุจุฉ ุงู„ุฑุณูˆู„ ูˆู‚ุฏ ู‚ุงู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุณู„ุงู… ู…ู† ุฃุญุจู†ูŠ ูƒุงู† ู…ุนูŠ ููŠ ุงู„ุฌู†ุฉ ู‚ุงู„ ุณู„ุทุงู† ุงู„ุนุงุฑููŠู† ุฌู„ุงู„ ุงู„ุฏูŠู† ุงู„ุณูŠูˆุทูŠ ููŠ ูƒุชุงุจู‡ ุงู„ูˆุณุงุฆู„ ููŠ ุดุฑุญ ุงู„ุดู…ุงุฆู„ ู…ุง ู…ู† ุจูŠุช ุฃูˆ ู…ุณุฌุฏ ุฃูˆ ู…ุญู„ุฉ ู‚ุฑู‰ุก ููŠู‡ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ุง ุญูุช ุงู„ู…ู„ุงุฆูƒุฉ ุจุฃู‡ู„ ุฐู„ูƒ ุงู„ู…ูƒุงู† ูˆุนู…ู‡ู… ุงู„ู„ู‡ ุจุงู„ุฑุญู…ุฉ ูˆุงู„ู…ุทูˆู‚ูˆู† ุจุงู„ู†ูˆุฑ ูŠุนู†ูŠ ุฌุจุฑูŠู„ ูˆู…ูŠูƒุงุฆู„ ูˆุฅุณุฑุงููŠู„ ูˆู‚ุฑุจุงุฆูŠู„ ูˆุนูŠู†ุงุฆูŠู„ ูˆุงู„ุตุงููˆู† ูˆุงู„ุญุงููˆู† ูˆุงู„ูƒุฑูˆุจูŠูˆู† ูุฅู†ู‡ู… ูŠุตู„ูˆู† ุนู„ู‰ ู…ุง ูƒุงู† ุณุจุจุง ู„ู‚ุฑุงุกุฉ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ ูˆู…ุง ู…ู† ู…ุณู„ู… ู‚ุฑู‰ุก ููŠ ุจูŠุชู‡ ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅู„ุง ุฑูุน ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุงู„ู‚ุญุท ูˆุงู„ูˆุจุงุก ูˆุงู„ุญุฑู‚ ูˆุงู„ุขูุงุช ูˆุงู„ุจู„ูŠุงุช ูˆุงู„ู†ูƒุจุงุช ูˆุงู„ุจุบุถ ูˆุงู„ุญุณุฏ ูˆุนูŠู† ุงู„ุณูˆุก ูˆุงู„ู„ุตูˆุต ุนู† ุฃู‡ู„ ุฐู„ูƒ ุงู„ุจูŠุช ูุฅุฐุง ู…ุงุช ู‡ูˆู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุนู„ูŠู‡ ุฌูˆุงุจ ู…ู†ูƒุฑ ูˆู†ูƒูŠุฑ ูˆูƒุงู† ููŠ ู…ู‚ุนุฏ ุตุฏู‚ ุนู†ุฏ ู…ู„ูŠูƒ ู…ู‚ุชุฏุฑ 


 Berkata Imam Al Yafi’i Al Yamani: "Barangsiapa mengumpulkan teman-temannya, mempersiapkan hidangan, menyediakan tempat, melakukan kebaikan untuk maulid Nabi dan semua itu menjadi sebab pembacaan maulid Rasul, maka di hari kiamat kelak Allah akan memb

> Majelis Indahnya Berbagi:
angkitkannya bersama orang-orang yang shiddiq, para syuhada dan kaum shalihin. Dan kelak ia akan berada di surga-surga yang penuh kenikmatan".

  Berkata As Sari As Suqthi, bahwa siapa yang bermaksud menuju tempat yang di dalamnya dibacakan Maulid Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi  Wa Sallam, maka dia telah menuju taman di antara taman-taman surga, karena tidak ada yang mendorong dia ketempat itu kecuali karena kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. 

 Telah bersabda Nabi Shallallahu ‘Alahis wa Salam: barangsiapa yang mencintaiku maka dia bersamaku di surga. Sulthanul ‘Arifin, Al Imam Jalaluddin As Suyuthi berkata dalam kitabnya Al Wasaail Fi Syarh Asy Syamaail berkata: “Tidaklah sebuah rumah, atau masjid, atau tanah yang tandus, di dalamnya dibacakan Maulid Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melainkan malaikat mengelilingi mereka yang ada di tempat itu, dan Allah meratakan rahmatNya, meliputi sekeliling mereka dengan cahaya yakni Jabril, Mikaail, Israafil, Qurbaail, ‘Aynaail, dan mereka berbaris, berada di tepi dan mendekat, dan mendoakan apa-apa saja yang menjadi sebab dibacakannya Maulid Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.    Dia berkata: “Tidaklah seorang muslim yang di rumahnya dibacakan Maulid Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melainkan akan Allah angkat masa pacekliknya, wabah, kebakaran, penyakit,   musibah bencana, amarah, dengki, pandangan mata jahat, pencurian terhadap pemilik rumah tersebut. Jika dia wafat Allah Ta’ala akan mudahkan keluarnya ruh baginya menjawab Munkar dan Nakir, dan dia ditempatkan sebagai orang yang benar di sisi Allah, Sang Pemiliki Kekuasaan.” *(Ibid, 3/365)*

*7⃣ Al Imam Al Haafizh Al Qasthalani Rahimahullah*

 Beliau berkata:

ู…ู† ุฌูˆุงุฒ ุงู„ุงุญุชูุงู„ ุจุงู„ู…ูˆู„ุฏ ุงู„ู†ุจูˆูŠ ุจู…ุง ู‡ูˆ ู…ุดุฑูˆุน ู„ุง ู…ู†ูƒุฑ ููŠู‡

 Diantara kebolehan mengadakan acara maulid nabi adalah dengan perbuatan-perbuatan yang masyru’ (sesuai syariat), bukan perbuatan yang munkar … *( _Mawahib Al Laduniyah_, 1/148)*

 Jadi, jika isinya masyru’ (sesuai syariat) menurut Beliau boleh, sedangkan jika isinya diisi kemungkaran maka tidak boleh.

*8⃣ Al Imam Al Haafizh Zainuddin Al ‘Iraqi Rahimahullah*

 Beliau mengatakan:

ุฅู† ุงุชุฎุงุฐ ุงู„ูˆู„ูŠู…ุฉ ูˆุฅุทุนุงู… ุงู„ุทุนุงู… ู…ุณุชุญุจ ููŠ ูƒู„ ูˆู‚ุช، ููƒูŠู ุฅุฐุง ุงู†ุถู… ุฅู„ู‰ ุฐู„ูƒ ุงู„ูุฑุญ ูˆุงู„ุณุฑูˆุฑ ุจุธู‡ูˆุฑ ู†ูˆุฑ ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ุดู‡ุฑ ุงู„ุดุฑูŠู، ูˆู„ุง ูŠู„ุฒู… ู…ู† ูƒูˆู†ู‡ ุจุฏุนุฉ ูƒูˆู†ู‡ ู…ูƒุฑูˆู‡ุง، ููƒู… ู…ู† ุจุฏุนุฉ ู…ุณุชุญุจุฉ ุจู„ ู‚ุฏ ุชูƒูˆู† ูˆุงุฌุจ 

“Sungguh melakukan perayaan (walimah) dan memberikan makan disunnahkan pada setiap waktu, apalagi jika padanya disertai dengan kesenangan dan kegembiraan dengan kehadiran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada bulan yang mulia ini, dan tidaklah setiap bid’ah itu makruh (dibenci), betapa banyak bid’ah yang disunnahkan bahkan diwajibkan” *( _Ad Durar As Saniyah_, Hal. 19)*

Demikian. Masih banyak lagi para ulama yang membolehkan, seperti Syaikh Mutawalli Asy Sya’rawi, Syaikh Hasanain Makhluf, Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Syaikh  Ahmad Asy Syurbasyi, Syaikh ‘Athiyah Saqr, Syaikh Al Qaradhawi, dan lain-lain.

*๐Ÿ“š Lalu, Bagaimana?*

 Sebagaimana perbedaan dan perselisihan lainnya, maka ambil-lah sikap toleran dan lapang. Silahkan ambil dan yakini pendapat yang kita anggap lebih kuat dan lebih dekat dengan dalil, tapi jangan ingkari saudara kita yang berbeda. Jika beradu dalil dan argumentasi, maka pada sudut pandang masing-masing pihak akan merasa dirinya yang paling benar. Itu tentunya tidak akan menyelesaikan masalah. Maka, tetap bersaudara, jangan berpecah, kita masih bisa berjalan bersama pada bagian-bagian pokok agama ini yang memang kita memiliki pandangan yang sama. Sebab masalah ini sudah didebatkan lebih dari seribu tahun lamanya, yang para imam pun bersepakat untuk tidak sepakat.  

 Syaikh Dr. Umar bin Abdullah Kamil berkata:

ู„ู‚ุฏ ูƒุงู† ุงู„ุฎู„ุงู ู…ูˆุฌูˆุฏًุง ููŠ ุนุตุฑ ุงู„ุฃุฆู…ุฉ ุงู„ู…ุชุจูˆุนูŠู† ุงู„ูƒุจุงุฑ : ุฃุจูŠ ุญู†ูŠูุฉ ูˆู…ุงู„ูƒ ูˆุงู„ุดุงูุนูŠ ูˆุฃุญู…ุฏ ูˆุงู„ุซูˆุฑูŠ ูˆุงู„ุฃูˆุฒุงุนูŠ ูˆุบูŠุฑู‡ู… . ูˆู„ู… ูŠุญุงูˆู„ ุฃุญุฏ ู…ู†ู‡ู… ุฃู† ูŠุญู…ู„ ุงู„ุขุฎุฑูŠู† ุนู„ู‰ ุฑุฃูŠู‡ ุฃูˆ ูŠุชู‡ู…ู‡ู… ููŠ ุนู„ู…ู‡ู… ุฃูˆ ุฏูŠู†ู‡ู… ู…ู† ุฃุฌู„ ู…ุฎุงู„ูุชู‡ู… .

“Telah ada perselisihan sejak lama pada masa para imam besar panutan: Abu Hanifah, Malik, Asy Syafi’i, Ahmad, Ats Tsauri, Al Auza’i, dan lainnya. Tak satu pun mere

> Majelis Indahnya Berbagi:
ka memaksa yang lain untuk mengubah agar mengikuti pendapatnya, atau melemparkan tuduhan terhadap keilmuan mereka, atau terhadap agama mereka, lantaran perselisihan itu.” *(Dr. Umar bin Abdullah Kamil, _Adab Al Hiwar wal Qawaid Al Ikhtilaf_, hal. 32. Mauqi’ Al Islam)*

Imam Hasan Al Banna Rahimahullah menjelaskan:

ุฅุฐ ุฅู† ุฃุตูˆู„ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุขูŠุงุช ูˆุฃุญุงุฏูŠุซ ูˆุฃุนู…ุงู„ ุชุฎุชู„ู ููŠ ูู‡ู…ู‡ุง ูˆุชุตูˆุฑู‡ุง ุงู„ุนู‚ูˆู„ ูˆ ุงู„ุฃูู‡ุงู… ، ู„ู‡ุฐุง ูƒุงู† ุงู„ุฎู„ุงู ูˆุงู‚ุนุงً ุจูŠู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ุฃู†ูุณู‡ู… ูˆู…ุงุฒุงู„ ูƒุฐู„ูƒ، ูˆุณูŠุธู„ ุฅู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ู‚ูŠุงู…ุฉ، ูˆู…ุง ุฃุญูƒู… ุงู„ุฅู…ุงู… ู…ุงู„ูƒ ู€ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู€ ุญูŠู† ู‚ุงู„ ู„ุฃุจูŠ ุฌุนูุฑ ูˆู‚ุฏ ุฃุฑุงุฏ ุฃู† ูŠุญู…ู„ ุงู„ู†ุงุณ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ูˆุทุฃ: "ุฅู† ุฃุตุญุงุจ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุต ุชูุฑู‚ูˆุง ููŠ ุงู„ุฃู…ุตุงุฑ ูˆุนู†ุฏ ูƒู„ ู‚ูˆู… ุนู„ู…، ูุฅุฐุง ุญู…ู„ุชู‡ู… ุนู„ู‰ ุฑุฃูŠ ูˆุงุญุฏ ุชูƒูˆู† ูุชู†ุฉ"، ูˆู„ูŠุณ ุงู„ุนูŠุจ ููŠ ุงู„ุฎู„ุงู ูˆู„ูƒู† ุงู„ุนูŠุจ ููŠ ุงู„ุชุนุตุจ ู„ู„ุฑุฃูŠ ูˆุงู„ุญุฌุฑ ุนู„ู‰ ุนู‚ูˆู„ ุงู„ู†ุงุณ ูˆุขุฑุงุฆู‡ู…، ู‡ุฐู‡ ุงู„ู†ุธุฑุฉ ุฅู„ู‰ ุงู„ุฃู…ูˆุฑ ุงู„ุฎู„ุงููŠุฉ ุฌู…ุนุช ุงู„ู‚ู„ูˆุจ ุงู„ู…ุชูุฑู‚ุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ููƒุฑุฉ ุงู„ูˆุงุญุฏุฉ، ูˆุญุณุจ ุงู„ู†ุงุณ ุฃู† ูŠุฌุชู…ุนูˆุง ุนู„ู‰ ู…ุง ูŠุตูŠุฑ ุจู‡ ุงู„ู…ุณู„ู… ู…ุณู„ู…ุงً ูƒู…ุง ู‚ุงู„ ุฒูŠุฏ ู€ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡

 “Hal itu terjadi  karena dasar-dasar Islam dibangun dari ayat-ayat, hadits-hadits dan amal, yang kadang difahami beragam oleh banyak pikiran. Karena itu, maka perbedaan pendapat tetap terjadi pada masa sahabat dulu. Kini masih terjadi dan akan terus terjadi sampai hari kiamat. Alangkah bijaknya Imam Malik ketika berkata kepada Abu Ja’far, tatkala “Ia ingin memaksa semua orang berpegang pada Al Muwatha’ (himpunan hadits karya Imam Malik): Ingatlah bahwa para sahabat Rasulullah telah berpencar-pencar di beberapa wilayah. Setiap kaum memiliki ahli ilmu. Maka apabila kamu memaksa mereka dengan satu pendapat, yang akan terjadi adalah fitnah sebagai akibatnya.”
Bukanlah aib dan cela manakala kita berbeda pendapat. Tetapi yang aib dan cela adalah sikap fanatik (ta’ashub) dengan satu pendapat saja dan membatasi ruang lingkup berpikir manusia. Menyikapi khilafiyah seperti inilah yang akan menghimpun hati yang bercerai berai kepada satu pemikiran. Cukuplah manusia itu terhimpun atas sesuatu yang menjadikan seorang muslim adalah muslim, seperti yang dikatakan oleh Zaid Radhiallahu ‘Anhu. *( _Majmu’ah Ar Rasail, Mu’tamar Khamis,_ hal. 187)*

Demikian. _Wallahu A’lam. Wa Shallallahu ' Ala Nabiyyina Muhammadin wa 'Ala Aalihi wa Shahbihi wa sallam._

๐Ÿƒ๐ŸŒน๐ŸŒป๐ŸŒพ๐ŸŒฟ๐ŸŒบ๐ŸŒท๐ŸŒด๐Ÿ€

✏ Farid Nu'man Hasan
๐Ÿ“ก Join  Channel: bit.ly/1Tu7OaC

Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar